Bangkit dari Keterpurukan Pendidikan

Nama saya Lathifah Ratih, sering di sapa Ratih, saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Saya anak pertama dari tiga bersaudara sekaligus putri tunggal. Saya lahir dari keluarga yang berpendidikan  rendah. Ibu saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), sedangkan Ayah saya sendiri tidak pernah duduk di bangku sekolah karena keterbatasan ekonomi.  Hal inilah yang menginspirasi saya untuk bersekolah dengan baik. Saya tidak pintar dan tidak kaya, tapi saya punya kemauan.

Karena faktor ekonomi itu pulalah orang tua tidak sanggup membiayai sepenuhnya sekolah saya hanya dengan pekerjaan seorang petani penggarap. Karenanya, mereka menitipkan saya kepada sebuah keluarga yang terbilang mapan untuk bersekolah sekaligus menjadi seorang penjual Es Lilin. Aku ingat sekali, setiap hari saya harus bangun pagi-pagi untuk memasukkan Es-es itu ke dalam termos yang akan saya bawa ke sekolah, dan pulang sekolahpun aku harus disibukkan dengan aktivitas membuat es untuk dijual esok hari.
Dari hasil menjual Es itulah, saya menabung untuk kemudian bisa melanjutkan pendidikan saya di MTS (Madrsah Tsanawiyah). Usaha saya untuk membiayai sekolah saya tidak sampai di sekolah dasar saja. Di Mts, saya kembali menjadi seorang penjual snack tanpa sedikitpun rasa malu atau gengsi demi tetap mempertahankan sekolah saya.

Lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTS), saya mencoba memberanikan diri untuk mendaftar di Sekolah Mengengah Kejuruan di Jurusan Secretary  dan Alhamdulillah saya diterima setelah mengikuti seleksi. Berkat prestasi dan kedisiplinan, saya memperoleh Bea Siswa. Mendapat bea siswa tidak membunuh semangat saya untuk tetap terus menabung untuk melanjutkan pendidikan saya di perguruan tinggi nantinya. Saya bekerja paruh waktu di sebuah toko yang menjual perlengkapan alat tulis dan fotocopy sepulang dari sekolah pada hari libur.

Lulus dari SMK, alhamdulillah saya dinyatakan bebas Tes dengan jurusan Administrasi di sebuah Politeknik Negeri di Makassar. Sebelumnya saya tidak pernah menyangka kalau cita-cita saya untuk melanjutkan pendidikan sampai di perguruan tinggi betul-betul terwujud. Semua ini berkat doa dan dukungan penuh dari orang tua saya, meski sebelumnya mereka sempat gelisah dan berpikir keras, dengan biaya darimana lagi mereka membiayai kuliah saya.

Semua seakan cepat berlalu, menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri dengan mendapat Bea Siswa penuh selama tiga tahun berturut-turut dengan syarat mempertahankan dan meningkatkan prestasi terus menerus. Untuk meringankan biaya hidup harian saya selama kost/kontrak di kota Makassar, saya kerja serabutan, mulai dari menjadi penjaga warnet, jadi kasir di toko buku sampai usaha acsesories saya tempuh yang penting halal. Tahun 2009, saya selasai dengan IPK yang sangat memuaskan, orang tua saya bangga karena baru kali ini ada dalam keluarga kami yang bisa melanjutkan pendidikan setinggi saya, meski itu hanya D3, tapi saya sangat bersyukur sekali dengan semuanya. Di hari wisudah, saya sempat melihat mereka meneterkan air mata penuh haru.

Karena termotivasi dari usaha saya yang tidak menyerah untuk bersekolah, banyak generasi muda yang dulunya cuek dengan pendidikan, kini mereka semangat untuk melanjutkan sekolah, dan memprioritaskan pendidikan, khususnya di daerah saya. Saya senang, saya bisa menjadi contoh mereka, apalagi setelah saya bekerja dan dikirim sebagai wakil perusahaan di luar negeri, tepatnya Netherlads. Mereka banyak meminta saran dan bertanya tentang banyak hal.

5 comments:

  1. semngat yg luar biasa dr seorang latifah...saya kagum, mg mnjadi pnymngat bg yg lainnya..

    ReplyDelete
  2. @Kak Tia : wah...jadi malu dibaca perjalanan hidupkuw yang sedemikian rupa.... ^_^

    ReplyDelete
  3. gpp kan membagi pengalaman dengan yg lainnya, masing2 kita punya cerita tersendiri...jadi ingat juga perjuangan kk..kkk juga mulai dari bawah....pokoknya kk salut deh ma ratih ^_^

    ReplyDelete
  4. @Kak Tia : share dong Cerita tentang perjuangan KK.... :D
    Pengen Baca juga....^_^

    ReplyDelete
  5. Subhanallah,,,, salut sama Ratih.. *jadi malu dengan diri ini :"> .Semoga Sukses selalu. Amin

    ReplyDelete

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More