Kududuk termenung di pagi hari, sambil menunggu sesorang yang akan datang membawa kunci tuk membukakan pintu kantor agar aku bisa masuk dan memula aktivitas seperti biasa. Lama kumenunggu, namun dia tak kunjung nongol juga.Kue yang saya anggap sudah jelek itu ternyata akan menjadi rejeki dia di pagi ini. Dia melahapnya, sampai habis tak tersisa. Dia mencoba mencari lagi, mengais lagi....tapi sudah tidak ada lagi. Dia melangkah pergi, entah kemana lagi dia akan mencari rejeki untuk mengisi perutnya yang mungkin saja masih lapar, demi mempertahankan hidupnya yag sebatang kara itu.
Kucoba merenungkan apa yang telah dilakukan kucing tadi. Dia hanya seekor kucing yang hidup sebatang kara, sendirii, tak tahu siapa dan dimana keluarganya, tapi dia tidak pernah mengeluh, putus asa dan menyerah demi melanjutkan hidupnya.
Kembali aku berpikir, lantas bagaimana dengan kita sebagai manusia? Kita telah dikaruniai akal untuk berfikir, anggota tubuh yang lengkap, pekerjaan yang bagus, fasilitas yang mendukung dan rejeki yang tiada henti, Subhanallah, suatu kesempurnaan yang tiada tara. Tapi apakah kita sadar akan semua nikmat itu? Seberapa sering kita bersyukur? Belum lagi kesehatan, kesembuhan dan kesempatan yang Allah berikan. Ya..Allah, Mudah-mudahan kami (Hamba-Mu) ini termasuk salah satu hamba yang selalu mensyukuri atas Semua nikmat yang telah kau berikan. Amiiiiiiin
Lamunanku terhenti saat orang yang kutunggu telah datang, membawa kunci dan membuka pintu sebelum saya masuk untuk melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda kemarin.
Sumber Gambar : http://open-minded-itsme.blogspot.com


















