Ekspedisi Goa Pampang

Banyak hal dan hikmah yang dapat dipetik dari perjalanan kali ini. Kerja sama, kekompakan, kebersamaan, silaturrahmi dan banyak hal positif lainnya yang tidak akan kami dapatkan jika hanya tinggal berdiam diri di rumah.

Semalam di Negeri Singa

Awal musim hujan dikala saya berkunjung tak menjadi penghalang, 24 Desember 2012 yang berarti keesokan harinya bertepatan dengan moment Natal untuk penganut Kristiani.

Persahabatan yang lebih dari persahabatan

Persahabatan itu indah, dengan sahabat kami bisa saling berbagi banyak hal, suka, duka, cerita, pengalaman, pengetahuan... dan banyak hal lainnya.

Cerita Sore Kemarin

Perasaan saya tidak enak saat melihat meja - meja mereka pada kosong... "wah..mereka udah pada selesai makan pisang epe' kayaknya.....gagal deh makan pisang epe' " batinku mulai berkecamuk....

Bloofers Masuk Media

Oh iyya..... waktu buka puasa Bloofers dengan Pasukan Bintang, yang meliput kamu kan, mana beritanya?" mencoba untuk menagih... he he. "Eh,,,,,iyya kak, saya lupa...itu..lihat di tabloid itu...ada koq di halaman 16" tambahnya lagi sambil menunjuk ke arah tabloid...

Bukan Buka puasa tapi makan malam

Saya mengirimkan pesan mengenai rencana pertemuan kami (Bloofers Makassar) dan mengkonfirmasi ulang janji ketemuan kami sebelumnya. Alhasil, mereka sepakat untuk ikut saja dengan saya.....Alhamdulillah...artinya tidak ada satupun yang saya kecewakan kali ini ^_^.

Bloofers Berbagi

Untuk mencapai sebuah istana yang indah di puncak bukit nun jauh disana, jalan berbatu dan jurang yang terjal memang harus dilalui, itulah hidup. Jangan sampai kaliah lengah dan jangan lelah hanya karena sandungan batu -batu itu, tapi bangkit dan berdirilah tuk melanjutkan perjalanan demi menggapai impian kalian.

Friday, April 19, 2013

Mencintai sang Pencinta Sejati


Engkau selalu hadir untukku
Disetiap aku membutuhkan-Mu, Engkau selalu datang
Wahai sang Pencinta sejati, 
Siapkan pundak kokoh-Mu untukku
Agar aku bisa melepas segala penat disana

Aku mencintai-Mu dan kuyakin Engkau pun mencintaiku
Bertemu dengan-Mu adalah moment yang selalu aku tunggu
Bercerita tentang setiap perjalananku
Meski Engkau hanya selalu menjawabnya dengan diam
Selalu begitu

Aku mencintai-Mu teramat sangat
Jangan pernah engkau mengambil rasaku ini untuk-Mu
Aku akan mempertahankan rasaku ini selalu, Hanya untuk-Mu
Wahai Sang penyayang dari segala yang menyayangi

Engkau seolah nyata bagiku
Meskipun aku tak bisa meraba bentuk wajah-Mu
Meski aku tak bisa mendengar suara-Mu
Tapi aku merasakan Cinta-Mu


Balikpapan, 20 April 2013

Lathifah Ratih

Ekspedisi Goa Pampang

"Jangan pernah berhenti menuntut ilmu dan mencari pengalaman serta menapaki setiap sudut Bumi Allah anakku, selama nafasmu masih berhembus dan engkau masih sanggup malakukannya"

Aku selalu teringat kata - kata kakek dari keluarga jauh saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar kala itu. Meskipun mungkin aku tidak pernah mendengar kalimat itu, toh sudah dari bawaan lahir emang doyan jokka alias jalan

Perjalanan kali ini bukan sekitar Sulawesi lagi akan tetapi Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Berhubung aku masih stay di tempat sodara ibu di balikpapan, alhasil tanpa pikir panjang meski badan belum sembuh total dari demam aku tetap memutuskan untuk bergabung dengan Crew Samarinda Backpakers untuk Caving ke tanah Pampang tanggal 13 - 14 April 2013. Perjalanan dari kota Balikpapan ke Samarinda kutempuh dengan menumpangi Bus Bpn - Smd. Start dari Terminal Batu Ampar Balikpapan ke Terminal Sungai Kunjang Samarinda dari jam 7 pagi tiba jam stengah 9 pagi dengan membayar ongkos Rp, 21.000,- one way.

Di terminal, aku sudah di tunggu oleh Mas Hendry. Beliau mungkin sudah menunggu beberapa menit bahkan mungkin puluhan menit sebelum aku tiba di terminal itu.  Karena tidak ada helm cadangan, terpaksa kami harus melalui jalur yang setidaknya lebih aman meski jauh daripada rute yang seharusnya. Tujuan utamaku adalah rumah Ria karena sesuai kesepakatan, meeting pointnya di rumahnya. Ternyata takdir berkata lain #halah sesampai di rumah Ria, ternyata yang empunya rumah lagi keliling cari perlengakapan dan peralatan buat camping kami sorenya. Kesimpulannya, aku datangnya kepagian :) Sambil menunggu waktu keberangkatan tiba, mas Hendry mengajakku ke tempat Mbak Anggun istrahat sekalian ada tujuan lain. he he

***

Kurang sepuluh menit jam dua siang, Mas David dan Mbak Heny datang ke rumah Mbak Anggun, sontak aku terbangun dari tidurku seketika, padahal niatnya sih tidur sampai jam 3 sore. Saat jam dinding di rumah Mbak Anggun menunjukkan pukul 3 lewat sekian menit, kami bergegas lokasi meeting point, tepatnya di rumah Ria. Setelah semua crew berkumpul kami akhirnya berangkat dengan ucapan Bismillah dalam hati. Meski sempat terpisah dari 4 orang kami toh kami tetap sampai di lokasi hampir bersamaan. 

Hanya saja, dalam perjalanan menuju lokasi, kami sempat mendapat hiburan yang tak terduga. Kami sempat mampir beberapa saat di sebuah toko klontong untuk sekedar melepas penat dan membeli air mineral untuk persediaan air minum selama di lokasi nantinya. Kejadiannya begitu cepat, salah satu crew sempat ketinggalan kendaraan hanya karena air mineral se kardus yang menggantikan posisinya di jok belakang pengemudi. Sang pengemudi yang lagi asik mendengarkan entah music atau sejenisnya dari gadget melalui headset yang menempel di telinganya sama sekali tidak menduga bahwa yang sedang di jok belakang itu adalah sekotak air mineral dan bukan boncengan yang sebelumnya. 

Jumlah keseluruhan peserta Caving adalah tujuh belas orang dengan beranggotakan 6 wanita dan 11 pria. Yuuk kita lihat siapa aja mereka #mendadak_presenter



















Menyenangkan sekali mengenal mereka. Aku bahkan merasa salah satu dari orang yang beruntung karena berkesempatan mengenal mereka. Gambar mungkin bisa mewakili rentetan perjalanan dan kejadian selama berangkat sampai kembali dengan selamat.
Rute yang harus kami lalui sebelum sampai di lokasi camping
Photo By : Marga, Rute yang terlihat biasa saat kami pergi, akan tetapi cukup ekstrim saat kami pulang karena guyuran hujan,
Di sini, keseimbangan tubuh harus Okee :) Photo By : Marga
Karena lokasi yang sudah kami incar sudah digunakan, terpaksa kami buka lahan baru.. he he
Para ibu - ibu lagi masak untuk dinner #eh
Ta...da... Dinner is Ready... Para Eksekutor sudah siap - siap, moment yang paling aku suka "Kebersamaan dan Berbagi"
 
Eksekusi sedang berlangsung... #eh
Meeting ala anak Camping yang sempat menegangkan but berakhir damai koq.. #piss
***
Waktu tidur hanya beberapa jam sebelu akhirnya kami terbangun untuk sarapan, sebelum berangkat menjelajahi hutan mencari letak Goa I yang menjadi tujuan setelah camping semalaman.

Breakfast ala bapak - Bapak .. hayoo yang buat angkat kakiii  #eh_salah
Pintu Masuk ke Goa yang pertama, kami harus merangkak untuk masuk kedalam
Suasana dalam Goa, seakan berada di sebuah rumah berjendela

kekompakan di dalam goa
Bersiap untuk pulang
Meski tidak bisa ikut pada Ekspedisi Goa ke II akibat insiden kecil, tapi kesan seru tetap terasa. ***

Tenda telah di bongkar, perlengkapan telah di simpun serta sampah - sampah telah kami bersihkan, kami akhirnya bersiap untuk meninggalkan lokasi. Rute yang kami tempuh saat pergi kondisinya sama sekali berbeda saat kami kembali dikarenakan guyuran hujan di subuh hari hingga kami kembali yang mengakibatkan jalan yang tidak beraspal itu sangat licin dan berlumpur.

Banyak hal dan hikmah yang dapat dipetik dari perjalanan kali ini. Kerja sama, kekompakan, kebersamaan, silaturrahmi dan banyak hal positif lainnya yang tidak akan kami dapatkan jika hanya tinggal berdiam diri di rumah.

Terima kasih untuk semua sahabat dan teman - teman di Samarinda Backpakers. Tulisan ini mungkin berkesinambungan atau saling melengkapi dari postingan om Ipoel Taripang. Sebelum meninggalkan halaman ini, ada sedikit hiburan yang sangat mengesankan dari penampilan teman - teman kita dari Samarinda Backpakers. Nonton sama -sama yuuuk....


Balikpapan, 19 April 2013


Lathifah Ratih

Tuesday, April 2, 2013

Semalam di Negeri Singa

Tidak ada Habisnya hasrat menapaki bumi Allah di belahan bumi yang lain. Berpindah dari alamat yang satu ke alamat yang lain, dari satu kabupaten ke kabupaten,dari satu pulau ke pulau yang lain hingga dari satu negara ke negara lainnya adalah satu dari sekian banyak deretan cita – cita saya. 


“Jika ada kemauan, pasti ada jalan”. Entahlah, tidak pernah terbayang mimpiku begitu cepat terwujud untuk mengunjungi negara Singa, meskipun begitu singkat. Perjalanan mengantar saudara saya ke Batam untuk bekerja justru menjadi jalan juga buat saya sekedar bertandang ke Singapore setelah mendapat undangan dari Saudara sebangsa sedaerah #alaaah... (red. Kak Fitri) yang baik dan cantik ^_^
Kak Fitri Susilowaty
Awal musim hujan dikala saya berkunjung tak menjadi penghalang, 24 Desember 2012 yang berarti keesokan harinya bertepatan dengan moment Natal untuk penganut Kristiani. Behubung moment Natal itu pula, kami harus membayar lebih untuk biaya perjalanan ke Batam yang akhirnya bermuara dengan merepotkan sahabat dari sahabat dunia maya saya, nah..looo.. lagii kan??? #kebiasaan.
Hari pertama di Kota Batam setelah merepotkan kak Jamal dan temannya menjemputku d Bandara Hang Nadim Batam yang jaraknya sangat tidak dekat dari tempat kami menginap. Kami berkeliling kota Batam, dan melanjutkan dengan wisata kuliner di malam hari, selebihnya Istrahat. Perjalanan panjang dari Makassar – Jakarta – Batam cukup melelahkan buat kami, khususnya adek saya yang baru pertama kalinya terbang.



Keesokan harinya, tanggal 25 Desember 2012, ada dua kejadian dalam satu hari yang akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Pertama, untuk pertama kalinya ditinggal mencari pengalaman baru oleh adek saya. Rasa haru yang teramat saya rasakan, menahan air mata hingga dia tak melihatku adalah sesuatu yang sangat berat saya rasakan meski akhirnya tak terbendung lagi setelah dia tak melihat saya lagi.  Saya tidak boleh terlihat sedih dan lemah dihadapan adik saya yang akan berangkat untuk sebuah kebaikan, untuk masa depannya dan masa depan keluarga.
My young brother and I
Kedua, rasa bahagia akhirnya bisa mengunjungi negara singa. Hanya alamat yang dikirimkan kak fitri dan pengetahuan umum yang saya miliki, saya berangkat setelah kabar bahwa adik saya sudah tiba di tujuan saya terima. Fery yang ditumpangi kurang lebih 45 menit dari Pelabuhan Batam Center (BTC) menuju pelabuhan Singapura nampaknya kurang nyaman buat saya sehingga menimbulkan mual dan akhirnya harus lari terbirit2 ke toilet. Faktor yang menyebabkan ada 2, pertama karena belum makan siang dan yang kedua, saya naik di lantai 2 fery yang menurut teman saya memang agak lebih goyang jika dibandingkan di lantai 1.
Batam Fast Ferry
Untuk Rute dan biaya perjalanan dari Makassar Sampai Singapura kali ini tidak termasuk Backpaking karena menghabiskan biaya yang tidak sedkit. Hal yang menyebabkan tingginya biaya adalah karena moment Natal. Untuk rute Makassar - Jakarta via Batavia Air, saya menghabiskan Rp. 600.000 diluar Airport Tax untuk dua Orang. Untuk Rute Jakarta - Batam menghabiskan biaya sejuta lebih via Sriwijaya Air untuk berdua. begitu pula untuk biaya pulang Batam - Jkt - Makassar via Siwijaya Air menghabikan biaya 1.200.000 lebih untuk sendiri.


Sedangkan untuk Rute Batam - Singapore via Ferry "Batam Fast" saya membayar SGD $ 27.00 atau senilai Rp. 220.000,- one way. Ini dia Dokumen yang harus dilengkapi sebelum menyebrang ke Batam.

Harga tiket ke Singapore via Ferry
Kelengkapan Dokumen sebelum ke Singapore

Sekitar 45 menit setetelah berangkat dari Pelabuhan Batam Center via Batam Fast Ferry, taa daaa... sampai juga di Pelabuhan Singapore. Sambil nunggu dijemput kak Fitri, foto - foto dulu sekitaran pelabuhan. Setelah menunggu sekitar 20 menit, kak fitri datang dengan seorang Cowok gagah.....eh,, cakep deh pokoknya... nih dia orangnya. :)
Gagah kan??? ini putra ke 3 kak Fitri

Natal di Singapore judulnya ^_^

Aku ditraktir makan sotong... ayooo apa yoo sotong??? nah ini dia sotong itu.

Sotong  = Cumi Besar

Untuk penginapan, berhubung moment natal tepaksa kami harus membayar lebih. Hotel dalam hal ini dibayar kak fitri (tuh kan) dia lagi.....

Fragnance Hotel
Jalan depan Fragnance Hotel, Singapore
Jalan seberang Hotel
Berhubung tujuan utama kali ini adalah ke Universal Studio, Singapore. Karena itu, kami harus naik ke lantai 3 gedung pada gambar diatas untuk mengambil kereta setelah membayar tiket tentunya. Untuk sampai ke gedung ini, saya hanya berjalan kaki dari Hotel tempat saya menginap. Sambil menunggu kak Fitri datang, saya keluar di pintu kiri food Republic untuk menikmati pemandangan dari jauh lokasi Universal Studion dan sekedar mengambil gambar disekitar gedung.

Food Repulic, Singapore
Pemandangan atas Gedung
Berhubung moment Natal, numpang Narsis di Pohon Natal dulu ah.... #eh
Trem atau Kereta menuju ke Universal Studio atau Sentosa

Tadaaa... akhirnya sampai juga di Universal Studio.. ^___^
Itu Singaaaaa..... #ha ha
Candyyyy...... siapa yang mauuu???
Ah.... ular - ular ini... #eh
Narsisnyaaaa...
Berhubung Pesawat berangkat siang dari Batam ke Jakarta, karenanya saya tidak bisa berlama - lama di Singapore. Setelah berbelanja oleh - oleh seadanya saya akhirnya pamit pulang karena masih butuh sekitar sejam untuk naik Ferry nyeberang ke Batam dari Singapore. Terima kasih banyak untuk kak Fitri, kak Jamal, kak CR, dan ayahnya Excel yang banyak membantu selama perjalanan.... Alhamdulillah, berkat kalian saya bisa mengunjungi semuanya.. :)
Siap - siap pulang dengan Oleh - oleh dari kak Fitri


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More