"Jangan pernah berhenti menuntut ilmu dan mencari pengalaman serta menapaki setiap sudut Bumi Allah anakku, selama nafasmu masih berhembus dan engkau masih sanggup malakukannya"
Aku selalu teringat kata - kata kakek dari keluarga jauh saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar kala itu. Meskipun mungkin aku tidak pernah mendengar kalimat itu, toh sudah dari bawaan lahir emang doyan jokka alias jalan.
Perjalanan kali ini bukan sekitar Sulawesi lagi akan tetapi Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Berhubung aku masih stay di tempat sodara ibu di balikpapan, alhasil tanpa pikir panjang meski badan belum sembuh total dari demam aku tetap memutuskan untuk bergabung dengan Crew Samarinda Backpakers untuk Caving ke tanah Pampang tanggal 13 - 14 April 2013. Perjalanan dari kota Balikpapan ke Samarinda kutempuh dengan menumpangi Bus Bpn - Smd. Start dari Terminal Batu Ampar Balikpapan ke Terminal Sungai Kunjang Samarinda dari jam 7 pagi tiba jam stengah 9 pagi dengan membayar ongkos Rp, 21.000,- one way.
Di terminal, aku sudah di tunggu oleh Mas
Hendry. Beliau mungkin sudah menunggu beberapa menit bahkan mungkin puluhan menit sebelum aku tiba di terminal itu. Karena tidak ada helm cadangan, terpaksa kami harus melalui jalur yang setidaknya lebih aman meski jauh daripada rute yang seharusnya. Tujuan utamaku adalah rumah
Ria karena sesuai kesepakatan, meeting pointnya di rumahnya. Ternyata takdir berkata lain #halah sesampai di rumah
Ria, ternyata yang empunya rumah lagi keliling cari perlengakapan dan peralatan buat camping kami sorenya. Kesimpulannya, aku datangnya kepagian :) Sambil menunggu waktu keberangkatan tiba, mas
Hendry mengajakku ke tempat Mbak
Anggun istrahat sekalian ada tujuan lain. he he
***
Kurang sepuluh menit jam dua siang, Mas
David dan Mbak Heny datang ke rumah Mbak Anggun, sontak aku terbangun dari tidurku seketika, padahal niatnya sih tidur sampai jam 3 sore. Saat jam dinding di rumah Mbak Anggun menunjukkan pukul 3 lewat sekian menit, kami bergegas lokasi meeting point, tepatnya di rumah Ria. Setelah semua crew berkumpul kami akhirnya berangkat dengan ucapan Bismillah dalam hati. Meski sempat terpisah dari 4 orang kami toh kami tetap sampai di lokasi hampir bersamaan.
Hanya saja, dalam perjalanan menuju lokasi, kami sempat mendapat hiburan yang tak terduga. Kami sempat mampir beberapa saat di sebuah toko klontong untuk sekedar melepas penat dan membeli air mineral untuk persediaan air minum selama di lokasi nantinya. Kejadiannya begitu cepat, salah satu crew sempat ketinggalan kendaraan hanya karena air mineral se kardus yang menggantikan posisinya di jok belakang pengemudi. Sang pengemudi yang lagi asik mendengarkan entah music atau sejenisnya dari gadget melalui headset yang menempel di telinganya sama sekali tidak menduga bahwa yang sedang di jok belakang itu adalah sekotak air mineral dan bukan boncengan yang sebelumnya.
Jumlah keseluruhan peserta Caving adalah tujuh belas orang dengan beranggotakan 6 wanita dan 11 pria. Yuuk kita lihat siapa aja mereka #mendadak_presenter
Menyenangkan sekali mengenal mereka. Aku bahkan merasa salah satu dari orang yang beruntung karena berkesempatan mengenal mereka. Gambar mungkin bisa mewakili rentetan perjalanan dan kejadian selama berangkat sampai kembali dengan selamat.
.JPG) |
| Rute yang harus kami lalui sebelum sampai di lokasi camping |
 |
| Photo By : Marga, Rute yang terlihat biasa saat kami pergi, akan tetapi cukup ekstrim saat kami pulang karena guyuran hujan, | | |
|
 |
| Di sini, keseimbangan tubuh harus Okee :) Photo By : Marga |
.JPG) |
| Karena lokasi yang sudah kami incar sudah digunakan, terpaksa kami buka lahan baru.. he he |
.JPG) |
| Para ibu - ibu lagi masak untuk dinner #eh |
.JPG) |
| Ta...da... Dinner is Ready... Para Eksekutor sudah siap - siap, moment yang paling aku suka "Kebersamaan dan Berbagi" |
|
|
| Eksekusi sedang berlangsung... #eh |
.JPG) |
| Meeting ala anak Camping yang sempat menegangkan but berakhir damai koq.. #piss |
***
Waktu tidur hanya beberapa jam sebelu akhirnya kami terbangun untuk sarapan, sebelum berangkat menjelajahi hutan mencari letak Goa I yang menjadi tujuan setelah camping semalaman.
.JPG) |
| Breakfast ala bapak - Bapak .. hayoo yang buat angkat kakiii #eh_salah |
.JPG) |
| Pintu Masuk ke Goa yang pertama, kami harus merangkak untuk masuk kedalam |
.JPG) |
| Suasana dalam Goa, seakan berada di sebuah rumah berjendela |
.JPG) |
| kekompakan di dalam goa |
.JPG) |
| Bersiap untuk pulang |
Meski tidak bisa ikut pada Ekspedisi Goa ke II akibat insiden kecil, tapi kesan seru tetap terasa. ***
Tenda telah di bongkar, perlengkapan telah di simpun serta sampah - sampah telah kami bersihkan, kami akhirnya bersiap untuk meninggalkan lokasi. Rute yang kami tempuh saat pergi kondisinya sama sekali berbeda saat kami kembali dikarenakan guyuran hujan di subuh hari hingga kami kembali yang mengakibatkan jalan yang tidak beraspal itu sangat licin dan berlumpur.
Banyak hal dan hikmah yang dapat dipetik dari perjalanan kali ini. Kerja sama, kekompakan, kebersamaan, silaturrahmi dan banyak hal positif lainnya yang tidak akan kami dapatkan jika hanya tinggal berdiam diri di rumah.
Terima kasih untuk semua sahabat dan teman - teman di Samarinda Backpakers. Tulisan ini mungkin berkesinambungan atau saling melengkapi dari postingan om
Ipoel Taripang. Sebelum meninggalkan halaman ini, ada sedikit hiburan yang sangat mengesankan dari penampilan teman - teman kita dari Samarinda Backpakers. Nonton sama -sama yuuuk....
Balikpapan, 19 April 2013
Lathifah Ratih