Loading...
Tuesday, April 8, 2014

Pulang [Part 2]

Kalau sebelumnya di petang tanggal 26 Maret 2014 menempuh pejalanan selama kurang lebih 45 menit via Udara dari Kota Balikpapan (Prov. Kalimantan Timur) dan tiba malam Kota Makassar (Prov. Sulawesi Selatan). Itu berarti perjalananku belum selesai sampai disini, karena tujuan utama perjalanan kali ini adalah Kabupaten Sinjai, tepatnya Kecamatan Sinjai Timur.

Saaat keluar dari pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin, sudah pasti akan ada banyak sekali sopir - sopir angkutan umum, travel dan taxi yang akan menawarkan jasa angkutan, tapi jangan sekali - sekali tergiur dan terlihat sangat butuh saat ditawari karena itu akan menjadi kelemahan yang bisa di baca oleh mereka yang akhirnya akan membandrol harga yang tinggi. Satu kata pamungkas yang sering Aku gunakan adalah, "maaf pak, ada yang jemput, terima kasih". dengan begitu, akan dengan sendirinya mereka mengabaikan kita.

Untuk sampai di Kabupaten Sinjai dari kota Makassar, ada tiga jalur alternative yang bisa di lalui :
Sumber Gambar : Internet
  • Melalui Camba / Kab. Maros - Kab.Bone - Sinjai
  • Untuk sampai di Kota Sinjai, harus melalui dua kabupaten, yaitu : Kab. Maros dan Kabupaten Bone. Meskipun hanya melewati dua kabupaten akan tetapi perjalanan akan terasa lebih lama karena faktor jalanan yang banyak terdapat lubang dan jalanan yang masih dalam tahap perbaikan. Jika lewat Rute ini, kita akan melewati pintu utama Masuk ke Objek Wisata Bantimurung, Leang - leang dan beberapa objek wisata lainnya. Waktu tempuh untuk sampai ke Sinjai berkisar 5 - 6 Jam termasuk istrahat selama kurang lebih 1 jam di Kab. Maros / Camba untuk Ishoma. Waktu tempuh sebenarya bisa di lalui  4 Jam jika saja jalanan yang dilewati lebih bagus.
Bantimurung
    Sepanjang perjalanan di daerah Maros, akan banyak kita temui warung - warung makan dan penjual jangung masak ataupun bakar (saat musim tiba). Di kabupaten Maros / Camba juga ada tikungan yang terkenal ekstrem. Tikungan 8, yang memang betul - betul menyerupai angka delapan yang bertingkat. Saat kendaraan bertemu, salah satu harus mengalah jika tidak ingin celaka.
    Camba juga terkenal rawan kecelakaan karena jalan yang sangat sempit, terjal dan bahkan ada beberapa bagian jalan yang mengharuskan kita untuk melewati tengah gunung batu yang seakan sengaja di belah untuk dijadikan jalan. Sisi kiri dan kanan jalan kebanyakan batu yang menjulang tinggi yang kemudia di tumbuhi oleh pohon - pohon dan telah menjadi hutan.
    Saat musim hujan, tidak jarang akan kita jumpai pohon tumbang yang kadang menghambat perjalanan selama jangka waktu yang lama. Namun terlepas dari itu semua, jalan ini masih termasuk jalanan yang sangat banyak dilalui oleh pengendara dari kab. Sinjai dan Bone serta truk - truk besar yang akan menuju sulawesi tenggara sebelum mereka menyebrang dari pelabuhan Bajoe, Bone karena terhitung lebih dekat dari Kota Makassar.
    Dari Bone, Kecamatan di Sinjai yang akan pertama kita temui adalah Kecamatan Sinjai Utara (Kota Sinjai).
  • Melalui Kab. Gowa - Takalar - Jeneponto - Bantaeng - Bulukumba - Sinjai
  • Untuk sampai ke Kota Sinjai melalui jalur ini, akan sedikit lebih lama jika dibandingkan melalui Camba. Akan tetapi karena jalan disini lebih bagus daripada di Camba, maka bisa dikatakan jarak tempuhnya sama untuk terakhir kali melaluinya (perjalanan kembali ke Makassar).
    Kabupaten yang dilalui terbagi atas : Kab. Gowa yang terkenal dengan wisata budayanya karena dari sinilah kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin berasal. Kabupaten kedua yang akan dilewati dari arah Makassar adalah Kabupaten Takalar. Kabupaten yang terkenal dengan jangung masaknya yang akan kita temui berjejer disepanjang jalan. Kabupaten ketiga adalah Jeneponto. Kabupaten ini adalah kabupaten yang paling panjang jarak tempuhnya, yang terkenal sebagai penghasil garam dan Nira (Tuak). Kabupaten ini lebih gersang dari kabupaten lainnya, namun ini yang membuat tumbuhan merambat seperti semangka dan timun suri tumbuh subur dan berbuah banyak dan besar - besar. 
    Kabupaten selanjutnya adalah Kabupaten Bantaeng, kabupaten ini merupakan kabupaten yang keren menurutku. meskipun jaran tempuhnya singkat, namun kita akan dimanjakan dengan pemandangan sepanjang pantai yang keren. Selain wisata pantai, Kabupaten Bantaeng terkenal dengan permandian Ermesnya yang terakhir aku kunjungi zaman duduk di bangku SLTP dulu. Air yang berlimpah dan sejuk karena bersumber dari gunung.
Bira Beach
    Setelah Kabupaten Bantaeng, kita akan disambut dengan Kabupaten yang memiliki semboyan "Panrita Lopi" yang kalau tidak salah artinya "Sosok ahli atau panutan Masyarakaat bugis dalam hal perahu/pelayaran"atau dengan kata lain yang bisa diandalkan di dunia pelayaran/kelautan. Siapa yang tidak kenal dengan Bulukumba? jika pernah mengunjungi Tanjung atau Pantai Bira/bira beach yang terkenal dengan pasir putih dan landscapenya yang sangat indah 
    Dari Bulukumba, Kecamatan di Sinjai yang akan pertama kita temui adalah Kecamatan Sinjai Selatan yang terkenal dengan Durian Otong, Rambutan, Manggis dan penghasil Cengkeh. 

  • Melalui Kab. Gowa (Malino)
  • Untuk Rute ini sedikit berbeda dari kedua rute sebelumnya. Rute ini adalah rute favorite saya zaman kuliah dan masih kerja di Makassar. Rute yang sangat nyaman dilalui bagi pencinta petualangan, tentunya dengan mengendarai motor. Selain pemandangan yang indah disepanjang jalan, suasana sejuk juga begitu terasa. Tapi jangan coba - coba saat musim hujan dan di malam hari terlebih tanpa perlengkapan yang memadai, kecuali ingin kedinginan.
    Pemandangan sepanjang Jalan di Malino
    Malino yang terkenal dengan objek wisata dataran tinggi, yang juga merupakan salah satu tempat start para pendaki yang akan mendaki ke Gunung Bawakaraeng ini memiliki air terjun, hutan pinus, dan berbagai objek wisata alam menarik lainnya.
    Jarak tempuh juga relative singkat dari kedua rute sebelumnya. Sepanjang jalan, mata akan dimanjakan dengan panorama dan warna hijau yang membentang dan bukit - bukit yang ditanami aneka jenis sayuran dan bawang merah. Namun satu hal yang membuat para penyedia jasa travel atau angkutan umum tak banyak yang memilih jalur ini dikarenakan jalan sempit dan seringnya terjadi tanah longsor.
    Dari Malino/Gowa, Kecamatan Sinjai yang akan pertama kita temui adalah Kecamatan Sinjai Barat yang terkenal sebagai penghasil susu sapi dan Kopi.

    Demikian sharing rute yang bisa dilalui untuk sampai di Sinjai. Untuk biaya sendiri dari Makassar ke Sinjai rata - Rp. 60 ribu - Rp. 100 Ribu (jika dijemput di Bandara Makassar dan kemudian diantar ke alamat tujuan di Sinjai). Malam tanggal 26 Maret kami berangkat dari Bandara sekitar pukul 20.30 dan tiba dengan selamat di Sinjai sekitar pukul 01.20 di tanggal 27 Maret 2014. Finally, kami harus beristrahat sebelum jalan - jalan di tempat wisata yang menarik di Sinjai (Bersambung)

    Salam,
    Malam 26 - pagi 27 Maret 2014
    Lathifah Ratih

4 comments:

  1. Apa kabar kak ? :D
    Jangan lupa jalan2 lagi di sinjai ya :v
    *Happy Blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii Dedy
      Alhamdulillah Baik.
      Iya dong. Hal terindah yang dinanti seorang perantau adalah "Pulang"

      Delete
  2. Replies
    1. Ayooo.. Kapan lagi ke Sinjai neh??
      Jalan2 Ke istana kecilku di Sinjai Timur ^_^

      Delete

 
TOP