Loading...
Thursday, May 8, 2014

Aku Bukan Selingkuhan Suamimu

Episode : "Salah Paham"

Baru kali ini aku menulis tentang "kesalah pahaman".

Sumber Gambar : Internet
Berbicara tentang masalah kesalah pahaman dalam hal ini curiga suami berselingkuh, tentunya tidak akan ada habisnya, terlebih  di zaman sekarang ini, media dan jejaring social sudah menjamur. Jangankan orang dewasa, anak kecil juga bahkan sudah memiliki, sebut saja Handphone dengan fasilitas internet yang memudahkan untuk mengakses Jejaring Social seperti Facebook dan Lain - lain.

Banyak yang bahkan menyalah gunakan fungsi dari jejaring Social. Sebut saja, mereka melakukan perampokan, menganiayaan, pembunuhan dan lainnya yang hanya berawal dari sebuah perkenalan di Facebook atau jejaring Social lainnya. Karenanya, gunakan media social dengan bijak.

Aku sengaja posting tulisan ini dikarenakan semalam mengalami kasus kesalah pahaman yang menurutku sangat lucu, ceritanya begini :

Sekitar pukul 10 malam, baru saja aku merebahkan badan untuk bersegera tidur, sebelum handphone aku non aktivkan, sebuah nomor baru nongol di layar handphone yang notabene adalah handphone dari nomor lama yang aku gunakan dari zaman SMK sampai sekarang. Karena rasa penasaran, akhirnya aku mencoba mengangkat telpon, kalau saja itu adalah sesuatu yang penting.

Aku : "Halo, Assalamu Alaikum..." (berharap hal baik)
B : "Halo,,, Kamukah Ti?...." (suara Medok, sopan tapi sok kenal dan dekat banget)
Aku : (Mulai Bengong)...."I...Iya Ibu, Dengan Siapa?"
B : "Ini Aku... Mbahnya Atun" (Masih sok akrab)
Aku : "Mbahnya Atun siapa yah Bu?" (Harap - harap cemas)
B : "Loh... Ini Bukan Ratih kah?" (mulai bingung juga)
Aku : "Iya ibu, Betul aku memang Ratih, Lathifah Ratih"
B : "Kamu dimana Tih?"
Aku : "Aku di Balikpapan Bu" (Dahi sudah mengkerut)
B : "Loh,,, Ini Bukan Ratih Jogjakah?" (Ikutan bingung)
Aku : " Bukan Ibu, Aku Di Balikpapan, Ibu Salah sambung mungkin" %$#
B : "Loh, Aku ambil nomor Kamu dari Handphone Suamiku..&%$#" (Mulai Curiga & intonasi suara aneh)
Aku : "Loh, koq bisa sih bu?, Ibu Dimana emangnya?"
B : "Aku di Jawa, koq bisa ada nomor Cewek  Balikpapan di simpan dihapenya sih?" (Udah Parno)
Aku : "*&^^%%$#@@!!" (Dalam Hati : Auuuuuuu....)
B : "Mbaknya Main FacebookKah?, mungkin pernah cahatting sama suamiku mungkin trus kasi nomor hapenya ke Suamiku mungkin" (Curiga Parah)
Aku : "Loh, Aku memang punya FB Ibu, tapi aku tidak tahu Suami Ibu" (Merasa difitnah)
B : "Biasanya kan sekarang cewek - cewek begitu" (Udah ketus banget"
Aku : (Tarik Nafas & Menenangkan diri)"Nama Suami Ibu Siapa memangnya?"
B : (Menyebutkan nama salah seorang Bapak yang aku kenal sebagai supervisor di kantor lama).
Aku : " Oalaaaaahhh... Istrinya Bapak (Nama Bapak Itu), Beliau dulu satu perusahaan dengan aku Ibu, Aku kebetulan bagian Keuangan, bagian penggajian Karyawan disana" (mulai Lega)
B : (Mulai gugup).."OOOO.....ooooo Maaf banget yaah Ibu, Maaf, aku kira tadi Ponakanku di Jogja, kebetulan namanya sama dan ada di Handphone suami saya" 
Aku : "Iya Ibu, gag papa.... Salam sama Bapak yah Ibu " (Super Legaa)
B : "Nanti tak sampaikan ke Bapak, sekali lagi maaf yah Ibu. Assalamu Alaikum wr. Wb."
Aku : "Waalaikumsalam Wr. Wb." (Senyum - senyum sendiri sambil geleng - geleng kepala)

Obrolan yang cukup singkat, namun ada Hikmah tersendiri yang bisa saya petik. Sudah menjadi hukum pasti jika seorang istri mempunyai rasa curiga jika suatu saat suaminya berselingkuh, namun tidak ada salahnya sebelum berfikiran negatif terhadap lawan bicara, ada baiknya memperjelas dengan siapa kita berbicara.

Salam Persohiblog-an ^_^

Balikpapan, 8 May 2014


#Lathifah Ratih




0 comments:

Post a Comment

 
TOP